Tidak bisa kita hindari, saat menggunakan fitur-fitur Google seperti Google Spreadsheet atau menyambungkan akun Google untuk daftar suatu website agar lebih cepat melalui step pendaftaran, murid-murid tidak bisa cepat mengakses apa yang diinginkan. Berikut ini kendala-kendala teknis yang biasa terjadi:
Lupa password
Ternyata, 'lupa' bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya saya, murid-murid saya yang sudah pasti sangat muda itu juga rawan lupa perihal password. Hampir sebagian besar sangat percaya diri untuk mengingat password e-mail mereka. Bahkan saat membuat lagi dan saya bantu bikin dari awal, sebagian dari mereka enggan untuk mencatat password di buku tulis atau ponsel mereka.
Teruntuk para guru yang ingin melibatkan murid-murid menggunakan email, jangan lupa untuk terus mengingatkan agar mencatat dan membawa catatan passwordnya saat diperlukan. Password memang rahasia, tapi 'lupa' sudah beda ceritanya. Memang akan ada langkah-langkah bila lupa password seperti adanya kode yang dikirim pada ponsel menggunakan nomor hp tertentu.
Bila hp terhubung internet (paket data atau wifi) dan tidak ada kendala teknis tertentu, murid bisa mengonfirmasi kode untuk membuka akses gmailnya. Kemudian mereka bisa mengganti password dan mencatat password barunya. Masalahnya adalah tidak semua nomor hp yang dipakai mendaftar gmail merupakan nomor yang ada di ponsel yang saat itu dibawa murid. Bisa jadi nomor hp yang digunakan untuk mendaftar adalah nomor dari orang tuanya atau dari hp lain.
Kondisi hp-nya pun beragam, ada yang bisa dihubungi dan memerlukan waktu lama untuk mengonfirmasi karena dibawa oleh orang tua atau kerabatnya, ada juga yang tidak bisa dihubungi karena hp sudah rusak. Alternatif dari kondisi tidak adanya hp untuk mengonfirmasi akses masuk gmail di perangkat lain adalah membuat gmail baru menggunakan no hp pada ponsel yang sedang dibawa siswa. Itupun, bila nomornya tidak ditolak google untuk mendaftar gmail baru via desktop. Bila ditolak, maka perlu membuat akun gmail baru dari ponsel seperti yang pernah saya tulis sebelumnya.
Guru juga perlu mencari cara untuk membuatkan murid gmail bila murid tersebut tidak mempunyai ponsel, atau memberikan pinjaman akun gmail guru untuk digunakan murid selama pembelajaran berlangsung.
Family Link
Saat mendaftar, pihak gmail menanyakan usia calon pengguna gemail. Bila input usia masih belum 15 tahun, google akan mengaktifkan 'family link' yang menghubungkan akun gmail anak pada akun orang tua atau wali. Tujuan ini untuk melindungi anak-anak saat mengakses layanan google di internet, misalnya youtube. Efek sampingnya, saat murid login device selain ponselnya -- misal komputer labkom -- dengan menginputkan alamat gmail dan passwordnya, otomatis halaman yang berkaitan dengan fitur 'family link' aktif. Perlu konfirmasi atau ijin dari orang tua/wali agar akun gmail si anak bisa digunakan di device selain ponselnya.
Tidak ada kuota data atau terhubung internet
Wifi dalam labkom tidak selalu stabil untuk digunakan akses internet pada ponsel siswa, termasuk saat mengonfirmasi gmail atau akun google yang dibuka pada komputer labkom. Dengan demikian, ponsel yang tidak memiliki paket data dan mengandalkan wifi yang tidak stabil atau dalam kondisi mati dapat menghambat proses login google para murid.
Tidak membawa device yang dimaksud
Seperti pada pembahasan sebelumnya, saat login device selain ponsel, murid-murid perlu mengonfirmasi bahwa akun google yang sedang digunakan di perangkat lain benar-benar digunakan oleh mereka sendiri, bukan orang lain. Nah, kendala akan muncul saat ponsel dengan nomor yang digunakan untuk menerima perintah konfirmasi tidak sedang dibawa.
Salah ketik
Perkara besar kecil huruf dan pengetikan karakter saat menginputkan username dan password juga bisa ditemui dalam kelas. Tidak sedikit yang ngotot sudah mengetikkan username dan password secara benar atau sesuai catatan tapi berakhir gagal login. Permasalahan ini diatasi dengan menunggui siswa/i tersebut mengetikkan username dan password, lalu mengecek kesesuaian huruf yang ada di layar dengan apa yang ada di catatan/foto.
Secara keseluruhan, saya menemukan kendala-kendala ini saat hendak menggunakan akun google di kelas informatika. Kendala yang ada tentu memerlukan waktu yang tidak sedikit. Lebih-lebih para murid tidak seluruhnya mempunyai skill dan kesabaran untuk melalui proses konfirmasi ini. Murid tantrum dan kesal, bisa ditemui di kelas informatika. Yang artinya, gurunya pun harus lebih waras saat menghadapi sebagian besar murid mengalami hal demikian.😂



0 comments:
Post a Comment